Artikel Tentang kapang
Nama : Nidyo Atzy Munitsa Ghaida
NIM :5401415066
TUGAS HIGIENE, SANITASI MAKANAN DAN KESELAMATAN KERJA
NIM :5401415066
TUGAS HIGIENE, SANITASI MAKANAN DAN KESELAMATAN KERJA
A. PENGERTIAN
KAPANG
Kapang (Inggris: mold) merupakan
anggota regnum Fungi ("Kerajaan" Jamur) yang biasanya tumbuh
pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah. Sebagian
besar kapang merupakan anggota dari kelas Ascomycetes.
Kapang
adalah mikroorganisme yang termasuk dalam anggota Kingdom Fungi yang membentuk
hifa. Kapang bukan merupakan kelompok taksonomi yang resmi, sehingga
anggota-anggota dari kapang tersebar ke dalam filum Glomeromycota, Ascomycota,
dan Basidiomycota. Selain kapang, organisme lainnya yang tergolong ke dalam
fungi dan penting dalam mikrobiologi
pangan adalah
khamir dan jamur.
B. PERBEDAAN KAPANG DAN KHAMIR
Kapang dan khamir merupakan bagian
dari fungi, namun ada hal yang membedakan diantara keduanya yaitu kapang
merupakan jenis fungi multiseluler yang
bersifat aktif karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan –
bahan organic kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop
dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa
ini dikenal sebagai miselium. Kapang tersebut mudah dijumpai pada bagian-bagian
ruangan yang lembab, seperti langit-langit bekas bocor, dinding yang dirembesi
air, atau pada perabotan lembab yang jarang terkena sinar matahari. Kapang
melakukan reproduksi dan penyebaran menggunakan spora. Spora kapang terdiri
dari dua jenis, yaitu spora seksual dan spora aseksual. Spora aseksual
dihasilkan lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan spora
seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil (diameter 1 – 10 μm) dan
ringan, sehingga penyebarannya umumnya secara pasif menggunakan aliran udara.
Sedangkan
khamir merupakan jenis fungi uniseluler. Istilah khamir umumnya digunakan untuk
bentuk-bentuk yang menyerupai jamur dari kelompok Ascomycetes yang tidak
berfilamen tetapi uniseluler berbentuk ovoid atau spheroid. Bentuk khamir dapat
sperikal sampai ovoid, kadang dapat membentuk miselium semu. Ukuran juga
bervariasi. Struktur yang dapat diamati meliputi dinding sel, sitoplasma,
vakuol air, globula lemak dan granula. Kebanyakan khamir melakukan reproduksi
secara aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polar.
Reproduksi secara seksual menghasilkan askospora melalui konjugasi dua sel atau
konjugasi dua askospora yang menghasilkan sel anakan kecil. Jumlah spora dalam
askus bervariasi tergantung macam khamirnya.
a. BAGAIMANA KAPANG DAN KHAMIR
MEMPENGARUHI KESTABILAN SERTA KETAHANAN BAHAN PANGAN.
Adanya air dalam bahan pangan
mempengaruhi kestabilan bahan pangan selama proses penyimpanan. Hal ini karena
kestabilan tergantung dari aktivitas mikroba pembusuk seperti kapang,khamir dan
jamur.sedangkan mikroba tersebut membutuhkan water activity tertentu yang
bersifat spesifik untuk setiap jenis mikroba. Pengaruh air dalam bahan pangan
yaitu air membuat karena kestabilan bahan pangan tewrgantung pada mikroba
pembusuk seperti kapang, khamir dan jamur. Smakin spesifik atau keadaan baik
dari suhu air tersebut maka mikroba tersebut semakin berkembang dengan baik dan
proses pembusukan semakin cepat.
b. PRODUK YANG BERHASIL DICIPTAKAN DENGAN
MEMANFAATKAN KAPANG DAN KHAMIR SERTA JAMUR.
Dengan semakin berkembangnya teknologi,
manusia menjadi semakin inovatif dengan menciptakan penemuan-penemuan baru yang
diciptakan dengan berbagai bahan yang tidak berguna atau hanya menyebabkan
kerugian pada manusia. Salah satunya adalah pemanfaatan bakteri atau mikroba pembusuk seperti kapang dan khamir
serta jamur. mikroba tersebut diolah menggunakan bioteknologi konvesional
maupun bioteknologi modern. Contoh
produk dari pemanfaatan mikroba tersebut dengan metode boiteknologi
konvesional yaitu dengan proses fermentasi susu menjadi yakult atau yoghurt
yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Sedangkan pada bioteknologi modern,
pemanfaatan kapang digunakan dalam bidang kedokteran untuk menciptakan atau
membuat antibiotic.
Komentar
Posting Komentar